Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Seni Menulis Buruk : Cara Menciptakan Jarak dengan Pikiran

Sinar matahari mulai merambat naik, terasa semakin hangat menyentuh pundaknya. Jarum panjang di dinding menunjuk ke angka sembilan; sudah dua jam penuh ia duduk mematung di sana. Ketik... hapus... ketik lagi... hapus lagi. Ia mengembuskan napas berat. Rasanya tak satu pun nada kalimat yang tepat sanggup menyuarakan keruwetan di kepalanya. Terlalu mendayu, terlalu kaku, atau justru terlalu datar tanpa nyawa. Ia terjebak dalam tuntutan untuk menjadi sempurna, bahkan sebelum kalimat pertama selesai dieja. Hingga akhirnya, ia menyerah pada kendali. Ia membiarkan jari-jarinya bergerak sendiri. Tak ada lagi upaya untuk menyetir arah yang ditulisnya. Ia membiarkan jemarinya mengetikkan apa saja—satu kalimat sampah, dua kalimat tanpa makna—merajut paragraf panjang tanpa sekali pun membiarkan jemarinya  menyentuh tombol delete atau backspace . Di atas keyboard hitam hijau itu, jemarinya mulai menari; bebas, lepas, dan tanpa tekanan untuk menjadi sempurna. Pelan-pelan, beban di kepalanya t...

Postingan Terbaru

Oleh – oleh dari “Talents Mapping Workshop"

SIAPKAH UNTUK BERKARIR DI RUMAH?

Baperan ???

Komitmen

ku awali blog dengan Bismillah